Jual Kambing Etawa .| 082333445874 |. Hal
yang sangat penting dalam memulai usaha memelihara
kambing, baik untuk penggemukan maupun untuk breeding atau budidaya
adalah
bibit. Bibit yang baik menjadi salah satu faktor keberhasilan usaha
pemeliharaan ternak kambing. Perlunya pengetahuan ciri-ciri kambing
bakalan
yang baik atau kambing calon indukan yang baik sangat penting dikuasai
oleh
peternak kambing. Pemilihan bibit ternak kambing harus disesuaikan
dengan
tujuan pemeliharaan dan bangsa kambing yang ada, contohnya untuk
penghasil susu
sebaiknya dipilih dari kambing Etawah/kambing Saanen. Bibit yang akan
dipilih
umurnya diatas 3 bulan atau lepas sapih.
Memilih ternak untuk dijadikan bibit dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu
berdasarkan Silsilah keturunan kambing (jika ada recordingnya) dan Visual
atau langsung melihat fisik kambing yang akan dipelihara. Dalam seleksi cara
visual sebenarnya termasuk dengan perabaan.
Cara Seleksi Bibit Kambing berdasarkan Silsilah
Seleksi menggunakan silsilah keturunan didasarkan pada catatan prestasi tetua
dari individu. Biasanya dilaksanakan pada seleksi galur murni, dimana hasilnya
tidak perlu tampak. Dalam "garis keturunan" yang sama tidak semua
sifat yang dituju dapat diturunkan. Biasanya cara ini diaplikasikan pada
seleksi hewan-hewan muda yang belum berproduksi; atau terhadap sifat yang
terkait seks. Misalnya memilih pemacak pada kambing perah, padahal seekor
jantan tidak pernah menghasilkan susu, maka yang dilihat adalah produksi susu
induknya.
Selain untuk menduga sifat unggul calon bibit yang dipilih, silsilah juga
berguna untuk menghindari kemungkinan sifat kurang baik yang akan diturunkan,
misalnya sifat keibuan yang tidak baik, kesulitan melahirkan dan lain – lain.
Seleksi calon bibit berdasarkan silsilah tidak dapat dilakukan jika tidak ada
pencatatan (recording) yang baik dari peternak. Oleh karena itu sangatlah
penting bagi pertenak melakukan recording, selain sebagai bahan evaluasi usaha
juga sangat berguna untuk seleksi calon bibit.
Cara Seleksi Kambing berdasarkan Visual (eksterior)
Memilih ternak berdasarkan visual berarti kita memilih ternak berdasarkan
sifat-sifat yang tampak. Memilih bibit dengan cara ini hampir sama saja dengan
seleksi untuk tujuan produksi. Ternak untuk bibit sebaiknya dipilih pada waktu
masih muda, paling tidak seumur pasca sapih, sehingga masih ada waktu untuk
pemeliharaan yang ditujukan sebagai bibit.
Seleksi bibit jantan biasanya lebih diutamakan karena jantan mempunyai
keturunan lebih banyak daripada ternak betina (seekor pejantan yang baik dan
sehat akan mampu melayani 20 - 30 ekor betina). Selain sifat-sifat produksi,
faktor kesehatan harus diperhatikan, faktor ini erat kaitannya dengan kemampuan
reproduksi. Secara umum ternak calon bibit tidak cacat, kaki lurus dan tegak,
lincah, dan tidak pernah terserang penyakit yang berbahaya. Pertumbuhan kelamin
harus normal, kondisi tubuh tidak terlalu gemuk atau kurus.
Cara ini biasa dilakukan oleh petani ternak ketika
memilih ternak di pasar hewan, dimana asal usul ternak pada umumnya tidak
diketahui, dalam keadaan seperti itu biasanya dipilih ternak yang penampakan
fisiknya paling bagus dibanding ternak yang lain.
Berikut ini ciri – ciri visual yang perlu dipertimbangkan dalam memilih
bibit kambing:
- Umur
pubertas/dewasa kelamin.
- Kesuburan
dan jumlah anak sampai sapih.
- Bobot
lahir,
- bobot
sapih
- bobot
badan dewasa.
- Sifat
keindukan.
- Bentuk
tubuh
- Tidak
ada cacat
Untuk Betina Calon Bibit:
- Bentuk
tubuh kompak/padat.
- Dada
dalam dan lebar.
- Garis
punggung lurus.
- Bulu
bersih dan mengkilat.
- Badan
sehat dan tidak cacat.
- Bentuk
kaki normal.
- Kaki
lurus dan kuat.
- Tumit
tinggi.
- Bentuk
ambing normal dan simetris (kiri dan kanan sama besar).
- Tidak
terlalu menggantung.
- Jumlah
putting dua buah.
- Bila
diraba halus dan kenyal.
- Tidak
ada infeksi atau pembengkakan
Kesuburan
- Asal
dari keturunan kembar/lebih dari dua.
- Alat
kelamin normal.
Keadaan Gigi
- Jumlah
gigi lengkap.
- Rahang
atas dan bawah rata.
Sifat
Keindukan
- Mempunyai
sifat mengasuh anak yang baik.
- Penampilan
jinak dan sorot matanya bersifat ramah.
Umur
- Betina
muda siap dikawinkan pertama kali pada umur lebih kurang 10-12 bulan,
walaupun pada umur 8 bulan sudah menunjukan birahi sebaiknya jangan
dikawinkan dahulu karena belum dewasa tubuh.
- Induk
masih produktif sampai umur 5-6 tahun.
Pejantan Calon Bibit
Bentuk Tubuh
- Tubuh
besar, relatif panjang.
- Pilih
yang besar diantara jantan yang umurnya sama.
- Dada
dalam dan lebar.
- Bagian
tubuh belakang lebih besar dan tinggi.
- Badan
sehat dan tidak cacat.
- Bulu
bersih dan mengkilat.
Bentuk Kaki
- Bentuk
kaki normal.
- Kaki
lurus dan kuat.
- Tumit
tinggi.
Kesuburan
- Calon
pejantan berasal dari keturunan kembar.
- Alat
kelamin kenyal dan dapat ereksi.
- Buah
zakar normal (ada buah, sama besar dan kenyal).
Penampilan
- Penampilan
gagah.
- Aktif,
besar tenaga dan nafsu kawinnya.
Umur
- Untuk
dikawinkan sebaiknya dipilih pejantan yang berumur antara 1,5 sampai 3
tahun.
Cacat Tubuh
Kambing yang mempunyai cacat tubuh jangan dipilih untuk bibit. Cacat tubuh
tersebut antara lain:
- Rahang
atas dan bawah tidak rata.
- Mata
buta atau rabun. Untuk mengetahui ternak buta atau tidak, dapat diketahui
dengan menunjuk-nunjukkan jari telunjuk di depan matanya, apabila ada
reaksi dengan mengedipkan mata maka ternak tersebut tidak buta.
- Kaki
berbentuk hurup X.
- Tanduk
yang tumbuh melingkar menusuk leher.
- Buah
zakar hanya satu atau mempunyai dua buah tetapi besarnya tidak sama.
- Adanya
infeksi atau pembengkakan pada ambing/buah susu (untuk betina).
- Tumit
rendah.
- Ternak
majir atau mandul.